Dikritik Soal Ucapan Pendeta Minta Sumbangan, Vanath Tantang Debat Dr. Natanel Elake, Akademisi dan Tokoh Masyarakat SBB

Politik623 Dilihat

Ambon, Maluku – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, secara terbuka mengundang akademisi sekaligus tokoh masyarakat Seram Bagian Barat (SBB), Dr. Natanel Elake, untuk melakukan debat publik.

Undangan tersebut disampaikan menyusul beragam interpretasi di media sosial terkait pernyataan Vanath tentang pendeta yang datang meminta dukungan untuk kegiatan keagamaan.

“Banyak orang mengirimkan berita kepada saya tentang status Dr. Natanel Elake yang menanggapi pernyataan saya dan kemudian ditafsirkan secara berlebihan. Begini saja, pesan saya untuk Bapak Dr. Natanel Elake: Bapak ini orang berpendidikan, jadi tidak perlu menafsirkan apa yang saya sampaikan itu berlebihan.” Ujar Vanath.

Melalui awak media, Vanath menegaskan kesiapannya melaksanakan debat terbuka tersebut.

“Bapak orang terdidik. Melalui teman-teman wartawan, saya mengundang Bapak untuk berdebat di hadapan publik. Silakan hubungi wartawan atau organisasi wartawan untuk menyiapkan tempat. Biayanya saya yang tanggung. Yang penting, Bapak berani datang,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan dasar dari tafsir yang dinilai keliru terhadap pernyataannya.

“Saya ingin tahu apa dasar Bapak menerjemahkan pernyataan saya secara berlebihan,” tambahnya.

Sebelumnya rekaman video sambutan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, pada acara pembukaan pertandingan sepak bola persahabatan antara Negeri Luhu dan Pelauw, Kamis (20/11/2025), kembali memicu kontroversi dan banjir kritik dari publik.

Dalam video yang kini beredar luas, Vanath menyinggung kunjungan tiga pendeta yang datang menemui dirinya untuk meminta bantuan untuk kegiatan Natal yang akan dilaksanakan pada bulan Desember.

Di hadapan masyarakat yang hadir, Vanath menceritakan bahwa ia langsung mengarahkan para pendeta tersebut untuk meminta bantuan dana kepada Gubernur Maluku.

“Kalau mau minta uang, silahkan ke Gubernur. Beliau yang mengatur soal itu,” demikian ucapan Vanath yang terekam dalam video tersebut.

Pernyataan yang disampaikan di ruang publik ini kemudian memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya jemaat dan tokoh gereja yang merasa penyampaian tersebut tidak pantas dikemukakan secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *