AMBON, MALUKU – Dugaan keterlibatan seorang anak buah Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Maluku muncul ke permukaan seiring dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PPP Maluku. Di antara pengurus yang diangkat melalui SK tersebut terdapat istri dari anak buah Bahlil yang disebut-sebut terlibat dalam proses tersebut.
Menurut informasi yang diterima, dugaan keterlibatan ini ditandai dengan adanya pertemuan antara anak buah Bahlil dengan Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi titik awal dari perubahan kepengurusan DPW PPP Maluku yang kini menjadi sorotan.
Kepada media ini, Jum’at (20/2/2026) salah satu kader dan loyalis PPP Mahmud mengatakan, pihaknya memantau adanya aktivitas intensif yang dilakukan oleh anak buah Bahlil baik di Jakarta maupun di daerah. “Belakangan ini, anak buah bahlil terpantau bertemu dengan Plt. Sekretaris Wilayah PPP Maluku di salah satu kafe di Kota Ambon. Pertemuan tersebut diduga kuat membahas urusan internal PPP di Maluku.” Bebernya.
Di sisi lain, beberapa Pengurus Harian PPP Maluku sebelumnya menyatakan tidak puas dengan perubahan kepengurusan dan menolaknya akibat kekhawatiran akan adanya intervensi dari pihak luar dalam urusan internal partai. Mereka menekankan bahwa proses kepemimpinan partai seharusnya didasarkan pada mekanisme internal yang telah ditetapkan dan bukan dipengaruhi oleh kepentingan pihak luar yang sengaja ingin merusak kesolidan partai berlambang Ka’bah tersebut.
Sementara itu, pengamat politik Mustafa Kohunussa mengatakan, perbedaan pendapat dalam politik mesti dimaknai sebagai proses pengayaan terhadap tumbuh kembangnya demokrasi, namun harus didasarkan pada etika dan moralitas sebagai landasan pacunya.
“Dugaan manuver anak buah Bahlil dalam urusan internal PPP di Maluku sangat menabrak etika politik dan berpotensi merusak iklim demokrasi di aras lokal” Kata dia.
Lebih lanjut Kohunussa mengatakan, PPP Maluku dibawah kepemimpinan A. Aziz Hentihu dan Rovik A. Afifudin telah menunjukkan progres yang luar biasa.
“Trend PPP Maluku sejauh ini sangat bagus, karena dipimpin oleh figur yang punya magnet elektoral, namun bila ada upaya paksa pergantian kepemimpinan, niscaya PPP akan kehilangan ladang persemaiannya di Maluku.” Tegasnya.






