Ambon, Maluku – Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (IKB SBT) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Maluku pada Senin, 24 November 2025. Aksi ini dilakukan untuk mempertanyakan penanganan kasus pembacokan yang terjadi di Lorong Putri sekitar Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji (UIN AMSA) Ambon yang hingga saat ini belum menemui titik terang.
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat SBT ini menuntut kejelasan dan transparansi dalam proses hukum kasus pembacokan yang menimpa seorang mahasiswa asal SBT beberapa waktu lalu. Mereka menilai, lambatnya penanganan kasus ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidakberesan dalam proses penyelidikan.
Ketua bilang Pemuda dan Olahraga IKB SBT Baharudin Kelutur, dalam orasinya dengan nada tinggi mengatakan, Ia menduga jangan-jangan ada oknum polisi yang terlibat dalam menghambat proses hukum kasus pembacokan ini. “Dari sekian banyak kasus pembacokan di daerah Wara-Stain, terakhir terhadap (GR) mahasiswa asal SBT, jangan-jangan ada oknum polisi yang turut bermain, sehingga tidak pernah ada proses hukum yang transparan dan adil sampai saat ini,” ujarnya.
Pengurus Besar Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (PB IKB SBT) juga secara tegas menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya:
1. Mendesak Kapolda Maluku agar serius dan segerah usut tuntas kasus pembacokan Gozi Rumain mahasiswa SBT di Lorong Putri hingga pelaku ditangkap dan diproses hukum.
2. Mendesak Kapolda Maluku untuk melakukan langkah-langkah cepat, tepat dan objektif untuk menangani kasus-kasus kekerasan secara umum di maluku dan secara khusus di kota Ambon
3. Meminta Kepada Kapolda Maluku untuk membetuk Pos Permanen di Wilayah Kebun Cengkeh & Stain yang di anggap sebagai wilayah rawan konflik.
4. Meminta Kapolda Maluku tidak mengizinkan kegiatan berupa pesat joget.
5. Meminta Kapolda Maluku segerah berkoordinasi dengan pemerintah kota Ambon untuk menemukan rekaman CCTV di wilayah Wara-Stain khusus TKP Konflik.
6. Meminta Kapolda Maluku dan Gubernur Maluku segerah berkoordinasi dengan PLN untuk membuat lampu penerangan jalan di seputaran Stain dan titik rawan konflik.
7. Meminta kepada Kapolda Maluku untuk segerah mencopot Dir Intelkam Polda Maluku karena selama bertugas tidak mampu mengatasi masalah konflik dengan baik.
Aksi demonstrasi ini berlangsung cukup tegang, namun tetap kondusif. Kabid Humas Polda Maluku Rosita Umasugi akhirnya menemui para demonstran dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka. “Pa Kapolda sementara di jakarta, tetapi pa Kapolda berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil,” kata Umasugi.
Massa IKB SBT mengancam akan kembali menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka berharap, kasus ini dapat segera diselesaikan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.











