Masohi, Maluku Tengah – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung di Maluku Tengah (Malteng) menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malteng akan tetap dilanjutkan. Penegasan ini disampaikan setelah sempat terjadi pembegalan demokrasi secara sepihak oleh karteker La Hamidun pada Sabtu (15/11/2025) kemarin.
Kepada media ini, Ketua Umum HMI Cabang Masohi, Ahmad Samalehu selaku perwakilan OKP Cipayung mengatakan pihaknya akan tetap menjalankan sidang-sidang Musda sesuai prosedur.
“Kami dari OKP Cipayung, yang merupakan bagian integral dari KNPI, berkomitmen untuk tetap melanjutkan Musda ini. Penetapan La Hamidun sebelumnya lebih karena faktor subjektivitas karteker karena ingin menjadi Ketua DPD KNPI Malteng dengan cara-cara kotor dan inkonstitusional” ujar Samalehu dalam keterangan persnya, Sabtu, (16/11/2025).
Menurutnya, Musda KNPI Malteng sangat penting untuk memilih kepengurusan baru yang mampu membawa KNPI Malteng ke arah yang lebih baik, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. “KNPI adalah wadah bagi pemuda untuk berkarya dan memberikan sumbangsih nyata bagi Maluku Tengah. Oleh karena itu, Musda ini harus berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tambahnya.
OKP Cipayung juga mengimbau kepada seluruh elemen pemuda di Maluku Tengah untuk bersatu dan mendukung pelaksanaan Musda KNPI Malteng. “Mari kita jadikan Musda ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat kolaborasi antar pemuda di Maluku Tengah,” ajaknya.
Samalehu kembali menegaskan, bahwa OKP Cipayung Plus (HMI, PMII, IMM, PMKRI) dan lebih dari 80% OKP Nasional yang telah terdaftar sebagai peserta Musda KNPI Malteng berkomitmen untuk menyelesaikan proses persidangan yang dipimpin koordinator SC Nadif Wailissa hari ini demi menghasilkan kepengurusan yang solid dan berkompeten kedepannya.***










