Ambon – Rekaman video sambutan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, pada acara pembukaan pertandingan sepak bola persahabatan antara Negeri Luhu dan Pelauw, Kamis (20/11/2025), kembali memicu kontroversi dan banjir kritik dari publik.
Dalam video yang kini beredar luas, Vanath menyinggung kunjungan tiga pendeta yang datang menemui dirinya untuk membahas kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Di hadapan masyarakat yang hadir, Vanath menceritakan bahwa ia langsung mengarahkan para pendeta tersebut untuk meminta bantuan dana kepada Gubernur Maluku.
“Menyangkut dengan uang, kalian silahkan ke Gubernur jua. Karena beliau yang atur soal itu,” demikian kira-kira ucapan Vanath yang terekam dalam video tersebut.
Pernyataan itu dianggap tidak pantas oleh banyak warganet. Mereka menilai bahwa Vanath telah membuka hal sensitif di ruang publik dan merendahkan martabat para pemuka agama yang semestinya dihormati.
Akun Papanyavino12 menyebut bahwa Vanath terlalu sering “curhat” dalam forum resmi dan tidak menunjukkan kualitas komunikasi seorang pemimpin. Ia menilai masyarakat tidak membutuhkan cerita-cerita yang membuka aib pihak lain.
Komentar serupa datang dari Sehe Tamalene, yang menyayangkan sikap Vanath yang dinilai kerap menyinggung tokoh agama. “Empat bulan lalu singgung ustadz, sekarang pendeta lagi,” tulisnya. Ia meminta Vanath menjaga lisan dan etika sebagai pejabat publik.
Warganet lain, Chossy Linan, menyatakan: ucapan semacam itu membuat umat merasa malu. Sementara Labuang Kotarumbi menilai pernyataan Vanath berpotensi menyinggung umat Kristen dan memicu persepsi buruk terkait relasi pemerintah dengan tokoh agama.
Tak sedikit pula yang menilai Vanath tengah membangun citra diri dengan menyinggung kinerja Gubernur, atau membuka hal-hal yang seharusnya tetap menjadi komunikasi internal.
Unggahan serta komentar warganet memperlihatkan bahwa publik semakin tidak nyaman dengan gaya komunikasi Vanath yang dianggap impulsif, emosional, dan tidak mempertimbangkan etika sosial.
Hingga kini, video tersebut masih terus beredar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform. Warganet mendesak agar Wakil Gubernur Maluku berhati-hati dalam memberikan pernyataan, terlebih saat menyangkut pemuka agama yang memiliki posisi terhormat di tengah masyarakat.







