Ambon, Maluku – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, angkat bicara terkait rencana pinjaman Pemprov Maluku ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp1,5 triliun. “Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah Maluku, termasuk infrastruktur vital di daerah-daerah terpencil,” ungkap Gubernur kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).
Gubernur Lewerissa merinci beberapa proyek yang akan didanai dari pinjaman tersebut, antara lain:
1. Infrastruktur di Kecamatan Batabual (Kabupaten Buru)
2. Jalan Lingkar Ambalau (Kabupaten Buru Selatan)
3. Jalan Inamosol (Kabupaten Seram Bagian Barat)
4. Ruas jalan Piru–Luhu, Luhu–Iha, dan Waesala (Kabupaten Seram Bagian Barat)
5. Infrastruktur Jalan di Kei Besar Utara (Kabupaten Maluku Tenggara)
6. Serta beberapa ruas jalan prioritas lainnya di beberapa Kabupaten/Kota.
Ia menegaskan bahwa semua rencana ini telah disiapkan melalui perencanaan matang dan dikonsultasikan dengan DPRD Maluku. “Kami tidak ingin meminjam tanpa perencanaan. Semua mekanisme formal sudah kami lewati. Mohon doakan agar pinjaman ke PT SMI berjalan baik,” ujarnya.
Menanggapi kritik terhadap langkah pinjaman ini, Gubernur Lewerissa dengan tegas menyatakan bahwa pinjaman bukanlah sesuatu yang tabu. “Bahkan negara maju sekalipun berutang untuk pembangunan,” ujarnya.
“Pinjaman menjadi salah kalau disalahgunakan. Pinjaman ini diarahkan untuk kegiatan mendesak dan menyentuh kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan yang dibiayai pinjaman PT SMI akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga penguatan akses ekonomi.
Gubernur Lewerissa optimis bahwa Pemprov Maluku sangat serius dan bertanggung jawab dalam mengelola pinjaman demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Maluku.








